Latest Post


canindonesia.com - Banda Aceh
Ribuan warga Aceh memadati masjid Al Makmur Kota Banda Aceh untuk melaksanakan shalat Tahajud berjamaah yang dipimpin oleh seorang imam asal Saudi bernama Syeikh Ali Muhammad. Shalat yang dimulai pukul 2.30 wib dini hari hingga pukul 4 dini hari, Selasa (28/6) tadi dipenuhi oleh jamaah dari berbagai daerah di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Ruangan masjid yang tahun lalu juga dipenuhi oleh jamaah telah diperluas dan masih belum mampu memenuhi antusiasme jamaah yang ingin menikmati Iktikaf 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Sebagaimana pantauan media CAN Indonesia, malam tadi, jamaah shalat tahajud larut dalam isak tangis dan doa yang panjang saat imam asal Saudi itu membacakan doa qunut serta mendoakan syuhada Tsunami Aceh, serta kaum muslimin di Suriah, Palestina, dan  muslim yang Teraniaya di seluruh dunia.

Syeikh Ali Muhammad hadir bersama sembilan Syeikh lainnya yang diundang khusus oleh pemerintah Kota Banda Aceh untuk menjadi Imam Selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan di berbagai masjid ibukota propinsi Aceh itu.

Seorang jamaah shalat tahajud yang ditanyai media ini, Burhanuddin, menjelaskan, bahwa ia begitu menikmati doa qunut yang dibacakan oleh syeikh Ali Muhammad.

"Doa qunut yang panjang itu mampu membuat lembut hati, karena berisi pengakuan betapa lemahnya manusia dan diakhiri dengan doa khusus untuk Syuhada Tsunami Aceh". Katanya. Burhanuddin mengaku dirinya bisa berbahasa arab dan mampu menikmati semua bait doa tersebut.

Menurutnya doa qunut sering dibacakan di masjid-masjid Aceh. "tidak ada khilaf terhadap pembacaan qunud diwaktu witir di akhir ramadhan seperti ini. Dayah-dayah juga melakukan hal yang sama". katanya menjelaskan.

Qiyamulail dan iktikaf adalah salah satu program utama bulan Ramadhan di Aceh. Beberapa masjid menyelenggarakan iktikaf selama sepuluh hari terakhir Ramadhan. Para penghafal Alquran menjadi imam hampir di seluruh masjid di kota Banda Aceh. Bahkan beberapa masjid diantaranya menyediakan makan sahur bagi para jamaah.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Walikota Banda Aceh, Illiza Saadudin Djamal serta beberapa dermawan lainnya meyediakan makan sahur bagi puluhan ribu jamaah di kota Banda Aceh.


Pemerintah didesak untuk mengumumkan kepada masyarakat peraturan daerah (Perda) mana saja yang mereka batalkan.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Almuzzammil Yusuf 

canindonesia.com Jakarta - Pemerintah didesak untuk mengumumkan kepada masyarakat peraturan daerah (Perda) mana saja yang mereka batalkan. Permintaan tersebut diutarakan oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI Almuzzammil Yusuf kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

“Pemerintah harus transparan karena Pemda, DPRD, dan masyarakat ingin tahu perda mana saja yang sudah dibatalkan. Mereka juga ingin tahu argumentasi dan hasil kajian dari pembatalan 3.143 perda oleh Kemendagri," ujar Almuzzammil Yusuf di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, seperti dilansir Republika pada Kamis (16/6).

Ia melanjutkan, Pemda dan DPRD perlu mengetahui perda-perda yang dibatalkan tersebut karena dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, mereka hanya mempunyai waktu 14 hari untuk mengajukan keberatan kepada Pemerintah Pusat.

"Pada Pasal 251 ayat 7 dan 8 disebutkan jika Pemda menolak keputusan Perda yang dibatalkan oleh Pemerintah dengan alasan yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan, maka Pemda dapat mengajukan keberatan kepada Presiden dan Menteri paling lambat 14 hari sejak keputusan perda itu diterima," jelasnya.

Selain itu, Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) DPP PKS ini mengatakan, informasi perda mana saja yang dibatalkan perlu segera diketahui dan direspon segera oleh Pemda. Oleh karena, jika Perda yang dibatalkan tersebut tetap diberlakukan, maka menurut Pasal 252 UU Pemda tersebut, akan diberikan sanksi penundaan evaluasi rancangan Perda dan sanksi administratif berupa tidak dibayarkan selama tiga bulan hak-hak keuangan bagi kepala daerah dan DPRD terkait.

"Sanksi berat lainnya adalah penundaan atau pemotongan DAU dan/atau DBH bagi Daerah bersangkutan. Jadi, Pemda dan DPRD terkait sangat berkepentingan dan memiliki hak untuk mengetahui lebih awal perda yang dibatalkan," ujar Alumni Ilmu Politik UI ini.

Oleh karena itu, Almuzzammil menilai seharusnya Pemerintah Pusat tidak boleh semena-mena dalam mencabut perda. Hal itu karena dalam melihat kualitas perda, tidak boleh hanya menyalahkan pemda dan DPRD, tapi perlu juga mengevaluasi kerja Kemenkumham yang memiliki tugas pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang fasilitasi perancangan perda.

"Jadi perlu ada evaluasi ke dalam apakah semua Kementerian sudah bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing," tegas Legislator PKS dari Daerah Pemilihan Lampung ini.

Menurutnya, saat ini Pemda, DPRD, dan masyarakat mempertanyakan informasi yang beredar bahwa perda yang dicabut termasuk perda yang berisi tentang moralitas, religiusitas, dan yang sesuai dengan kearifan lokal.

"Jika kita menghormati kekhasan Bali untuk nyepi sebagai bagian dari Bhinneka Tunggal Ika, maka kita harus hormati juga fenomena kearifan lokal di daerah-daerah lain,” tegas Muzammil.

Mantan ajudan Presiden Soeharto, Anton Tabah mengatakan budaya menghormati orang berpuasa telah ada sejak dahulu kala.
Mantan ajudan Presiden Soeharto, Anton Tabah















canindonesia.com Jakarta - Dengan jumlah penduduk muslim terbesar, sangat wajar bila Indonesia membuat Perda yang melarang warung makan buka di waktu siang bulan puasa. Budaya menghormati orang yang berpuasa sudah berabad-abad ada di negeri ini tanpa ribut-ribut. Karenanya, aneh bila baru di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) permasalahan tersebut dimunculkan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh mantan ajudan Presiden Soeharto, Anton Tabah pada Selasa (14/06) terkait protes beberapa pihak atas larangan bagi restoran atau warung makan yang buka di waktu puasa.

“Budaya ini sudah berabad-abad berjalan. Bila Ramadhan tiba yang punya usaha kuliner selalu menutup warung makan atau restorannya," jelas Anton seperti dilansir Intelijen pada Selasa (14/6).

Wakil Ketua Komisi Hukum MUI Pusat tersebut menyesalkan keributan terkait polemik menghormati bulan Puasa yang ternyata hanya terjadi di era Presiden Joko Widodo.

"Budaya ini sudah berjalan berabad-abad dengan penuh harmoni. Kenapa di era Jokowi ini malah jadi ribut-ribut?," tanyanya.

Disamping itu, Anton juga menyesalkan pernyataan salah seorang tokoh Muslim yang menyatakan bahwa orang berpuasa yang harus menghormati orang yang tidak puasa.

"Sangat janggal, konyol dan mengada-ada! Selama berabad-abad masyarakat Indonesia sudah akrab dengan slogan budaya hormatilah yang sedang berpuasa," tutupnya.

Jokowi meminta masyarakat untuk bersabar untuk mendapatkan harga daging yang lebih murah.
Presiden Indonesia Joko Widodo 

canindonesia.com Jakarta - Harga jual daging di pasar di beberapa wilayah Indonesia masih tinggi yaitu di atas Rp100 per kilogram (kg) dan belum dapat dijual diangka Rp80 ribu per kg seperti keinginan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Pemerintah mengatakan siap melakukan berbagai macam cara untuk menurunkan harga tersebut.

Karena itu Jokowi meminta masyarakat untuk bersabar untuk mendapatkan harga daging yang lebih murah. Menurutnya, menurunkan harga daging perlu waktu yang tidak singkat.

"Harus dilihat dulu, gak mungkin sehari dua hari turun," ujar Jokowi di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat, seperti dilansir Metro TV News pada Selasa (7/6/2016).

Jokowi melihat melonjaknya harga daging di pasaran ditenggarai oleh suplai yang kurang, sedangkan konsumsi daging tak bisa dibatasi. Ia berjanji akan melakukan operasi pasar demi menstabilkan harga daging.

"Nanti saya ke pasar dulu. Ini permintaan dan suplai, dagingnya juga belum sampai. Nanti dilihat dulu," kata Jokowi.

Seperti diketahui, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjelaskan kenaikan harga daging pada belakangan ini karena adanya perbedaan data kebutuhan daging sapi antar kementerian, sehingga ada ketidaksesuaian dengan kuota yang diterapkan pemerintah sebesar 500 ribu sapi.

Para siswa siswi SMP IT Nurul Ishlah Banda Aceh kompak mengaji di bus umum untuk memeriahkan Ramadhan.
Siswi SMP IT Nurul Ishlah Banda Aceh 

canindonesia.com Banda Aceh - Dalam rangka memanfaatkan momentum libur Ramadhan, para siswa SMP IT Nurul Ishlah Banda Aceh kompak mengaji di dalam bus umum. Mereka mengadakan acara yang diberi nama Ngaji On The Street (Ngaos) dengan menggunakan bus Trans Koetaradja Banda Aceh.

Selama dalam perjalanan, para siswa menyelesaikan tilawah Al-Qur’an sampai 1 hingga 2 juz. Perjalanan tersebut berujung di Masjid Jami’ Kampus Universitas Syiah Kuala Kopelma Darussalam. Kemudian dilanjutkan dengan shalat Dhuha dan setor hafalan Al-Qur’an. Kegiatan Ngaos tersebut merupakan rangkaian kegiatan Gema Ramadhan di Sekolah (GERAS) yang diselenggarakan oleh SMP IT Nurul Ishlah Banda Aceh.

Siswa SMP IT Nurul Ishlah Banda Aceh 


Ternyata program tersebut akan diselenggarakan selama 11 hari. Para siswa diharapkan dapat memenuhi target khatam minimal sebanyak satu kali. Selain itu para siswa diharapkan mampu meningkatkan hafalan Al-Qur’an 1 sampai 2 juz.

Kepala SMP IT Nurul Ishlah, Fadhilah, S.Pd mengatakan, kegiatan GERAS dapat menstimulus siswa untuk meningkatkan ibadah dan beramal sholeh selama Ramadhan.

"Melihat fenomena remaja sekarang, kita selaku orang tua dan orang yang peduli pendidikan anak kita, cukup miris dimana disaat-saat bulan suci Ramadhan program televisi menyajikan program yang tidak mendidik dan bahkan cenderung melalaikan. Oleh karena itu kami menghimbau orang tua untuk mengawasi dan mendorong putra-putrinya untuk meningkatkan amal dan ibadah selama Ramadhan," ungkap Fadhilah,S.Pd kepada wartawan Can Indonesia pada Minggu (12/6).

Kegiatan GERAS ini, lanjutnya, merupakan salah satu alternatif bagi siswa dalam mengisi aktivitas beribadah selama Ramadhan. Kegiatan ini perpaduan dikemas dalam bentuk kegiatan yang menarik. Menurutnya, untuk menghindari kejenuhan siswa dalam melakukan beraktivitas, pihak sekolah melaksanakan beragam aktivitas seperti nonton inspiratif, training motivasi dan lain sebagainya. Ia mengatakan bahwa training motivasi diarahkan untuk membentuk karakter siswa yang berbasis Qur’ani.

Fadhilah menambahkan, kegiatan GERAS merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan oleh sekolah dengan beragam kegiatan yang ada. Kegiatan ini berlangsung tanggal 10-20 Juni 2016, pada hari penutupan kegiatan GERAS dilaksanakan lomba tahfidz qur’an juz 30 dan juz 29 dan ditutup dengan buka puasa bersama di SMP IT Nurul Ishlah Banda Aceh.

WH sedang merazia warung yang buka saat siang Ramadhan 

canindonesia.com Banda Aceh - Selama bulan suci Ramadhan, Wilayatul Hisbah atau Polisi Syariat di Aceh mengadakan razia pedagang makanan yang berjualan pada siang hari. Petugas memeriksa setiap pertokoan atau tempat-tempat yang dicurigai menjual makanan di Banda Aceh pada Jumat (10/6) pada pukul 15.00 WIB.

Salah satu pemilik toko kue di Banda Aceh, Nurdin, terkena razia tersebut dan membuang makanan saat petugas bertandang. Ia berdalih sengaja membuangnya karena telah basi.

"Kue ini sudah basi, punya kemarin jadi tidak bisa dimakan lagi makanya kami buang," ujar Nurdin seperti dilansir Detik pada Sabtu (11/6).

Ia mengatakan sudah mengetahui kebijakan Pemerintah Kota Banda Aceh yang membuat aturan bagi pedagang baru boleh berjualan pada sore hari. Namun lanjutnya, beberapa kue jajanan sudah dititipkan oleh para pembuat kue.

"Kami baru akan menjualnya nanti sore. Kuenya memang sudah ada di belakang namun belum kami keluarkan," katanya.

Sementara itu Evendi A Latif, Kepala Seksi Penegakan Peraturan Undang-undang dan Syariat Islam Polisi Syariat Kota Banda Aceh mengatakan, razia akan terus dilakukan dalam bulan puasa dan bila terjaring, mereka akan diingatkan untuk berjualan pada sore hari saja.

"Hari ini hanya ada satu tempat yang kita sita namun sudah beberapa kali diingatkan tapi tetap saja berjualan," jelas Evendi.

Menurutnya, petugas sudah beberapa kali mendapati pedagang makanan berjualan pada siang hari, padahal mereka sudah dihimbau untuk menutup dulu warungnya dan baru berjualan mulai pukul 16.00 WIB.

"Namun kalau sudah diingatkan seperti itu tapi masih saja berjualan, peralatan masaknya kita sita dan pemiliknya kita bawa ke kantor untuk dibina," tegasnya.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget